Nama :
Zoupi Dwi Raka
Kelas :
KPI 2C
NIM :
1112051000067
Zoupi_dwi_raka@yahoo.com
Zoupi_dwi_raka@yahoo.com
Pengalaman Religius
Setiap
manusia pasti pernah mengalami apa itu pengalaman Religius, yaitu pengalaman
kita tentang agama baik itu secara rasional maupun non-rasional. Apalagi kita
sebagai umat pasti pernah merasakan pengalaman spiritualis/religius karena apa
saja yang kita lakukan dimata Allah adalah ibadah. Menurut aliran Khawarij mengemukakan
bahwa pengakuan keimanan itu dari dalam hati, lisan dan perbuatannya. Jadi kita
sebagai manusia yang beriman pengakuan iman tersebut tidak hanya lewat hati
saja, kita juga harus mengucapkannya dan mengamalkannya berarti kita harus
mengerjakan perintah Allah swt. seperti firman Allah
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan
RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada
RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada
Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari
kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa
: 136)
Berislam
disini yang dimaksud adalah kita sebagai umat islam yang melaksanakan perintah
Allah. Yang dasarnya merujuk pada rukun islam. Rukun islam sediri terdiri dari
lima rukun islam. Yang kita ketahui yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat
syahaddat, kemudian salat, zakat, puasa dan naik haji jika mampu. Dan juahilah
segala larangan Allah, maka jika ia melanggar perintah Allah ia telah masuk
kedalam perangakap Syaitan Seperti firman Allah :
Hai orang-orang
yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu
turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata
bagimu. (QS. Al Baqarah 208).
Ihsan
secara ringkas adalah ketulusan dari kehendak dari intelegensi, ia adalah keterikatan
total kita kepada kebenaran dan kepatuhan sepenuhnya kepada hukum, yang berarti
bahwa kita disatu pihak mengenal kebenaran sepenuhnya bukan hanya sebagian, dan
dipihak lain mematuhi hukum dengan selureuh keberadaan kita yang terdalam dan
tidak hanya dengan setengah-setengah dan pura-pura.
Ketiga
kata beriman, berislam, berihsan itu saling berkaitan satu sama lainnya,
berislam itu apa yang harus dikerjakan dalam islam, sedang beriman memberikan
mereka sebuah pemahaman mengapa hal itu penting untuk dikerjakan. Dan berihsan
menghadirkan motivasi serta kualitas spsikologis seseorang menjadi selaras
(harmonis) dengan perbuatan dan pemahamannya.
Dari
ketiga pembahasan di atas beriman, berislam dan berihsan itu merupakan sebuah
proses kita menjadi hamba Allah yang taat beribadah, beramal soleh dan
berakhlak mulia. Menurut beberapa artikel ketika kita sudah beriman dan
berislam maka kita tahu kebebasan kita dan keterbatasan kita serta kewajiban
kita. Kita menjadi mempunyai tuntunan yaitu Al-quran dan hadist. Kemudian kita
berihsan bagaimana kita menjalankan perintah Allah itu akan menentukan Akhlak
kita mulia sebagai umat islam. Jika kita memang mengikuti Al-Quran dan hadist
yang pada dasarnya memang keduanya adalah tuntunan kita hidup di dunia.
Jadi
ketika kita sudah menjalani ketiga tingkatan diatas secara natural juga kita
berta’un karena Allah SWT memerintahkan
hamba-hambaNya yang beriman supaya saling tolong-menolong dan bekerjasama,
dengan syarat mestilah atas dasar kebenaran dan ketakwaan, dan melarang mereka
untuk tolong-menolong dan bekerja sama dalam perkara yang haram. seperti
firman Allah : “Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran”. (Al-Maidah: 2)
Dan
kita sebagai umat islam hendaklah tidak hanya menjalankan perintah Allah saja
kita juga harus ikut bertausiyah atau saling menasihati sesama umat islam. Apa
yang kita sudah dapat dari pengalaman religius kita, kita sebarkan lagi ke
khalayak banyak, agar makin banyak terbuka hatinya untuk menjadi pribadii yang
sholeh. Dan menjadi hamba Allah, teman Allah bahkan menjadi kekasih Allah.
Berikut
ini merupakan kutipan – kutipan terbaik dari beberapa brosur yang saya baca
tentang pengalaman religius.
1. Masih banyak rahasia Allah yang
belum kita ketahui karena memang belum diperhatikan oleh kita secara mendalam,
kebanyakan orang belum tahu kalau Allah itu ralitas yang sebenarnta, Al-Haqq,
kenyataan yang sebenarnya. Dan banyak yang tidak tahu bahwa Allah itu asal –
usul dari munculnya asal – usul itu sendiri.
2. Problem dasar dan krisis
spiritual, saya masukan ini dalam kutipan terbaik karena memang banyak hal-hal
dasar kita menjadikan pengetauan spiritual kita krisis. Karena memang manusia
ini mempunyai keterbatasan, kekurangan, kelemahan dan nafsu. Nafsu inilah yang
menjadikan kita krisis spiritual karena kita diperbudak nafsu dan kita akan
mudah pikiran kita dihasut syaitan. Solusinya yaitu dengan kita mendekatkan
diri kita dengan Allah. Bertemu dengan Allah. Hal ini dilakukan secara terus
menerus agar kita tidak terhasut oleh syetan lagi.
3. Puncak pertemuan dengan Allah itu
menjadi Hamba Allah, kekasih Allah dan Khalifah-Nya.
ini merupakan tingkatan kita
sebagai manusia agar kita bisa merasakan pertemuan kita kepada Allah, yaitu
dengan cara kita menjadi Hamba Allah, Kekasih Allah dan Khalifahnya.
4. Fakta yang terlupakan dan tak
terpikirkan. Memang kita manusia yang mempunyai akal namun kita kadang bisa
lupa akan fakta yang tak terpikirkan oleh kita hal ini menyebabkan krisis spiritual
dan melupakan Allah dan kita akan bergerak menurut kehendak kita tanpa berfikir
hal itu karena kekuatan Allah.
5. Menjadi hamba Allah itu pilihan
yang harus diperjuangkan. Ya, kita menjadi hamba Allah adalah sebuah pilihan
kita sendiri maka sudah sepantasnyalah kita harus memperjuangkan ajaran –
ajaran Allah yang sudah kita serap dan Anut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar