Senin, 20 Mei 2013

ARTIKEL 1


Nama  : Zoupi Dwi Raka
Kelas   : KPI 2C
NIM     : 1112051000067
               Zoupi_dwi_raka@yahoo.com
 
Pengalaman Religius

Setiap manusia pasti pernah mengalami apa itu pengalaman Religius, yaitu pengalaman kita tentang agama baik itu secara rasional maupun non-rasional. Apalagi kita sebagai umat pasti pernah merasakan pengalaman spiritualis/religius karena apa saja yang kita lakukan dimata Allah adalah ibadah. Menurut aliran Khawarij mengemukakan bahwa pengakuan keimanan itu dari dalam hati, lisan dan perbuatannya. Jadi kita sebagai manusia yang beriman pengakuan iman tersebut tidak hanya lewat hati saja, kita juga harus mengucapkannya dan mengamalkannya berarti kita harus mengerjakan perintah Allah swt. seperti firman Allah
“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)
Berislam disini yang dimaksud adalah kita sebagai umat islam yang melaksanakan perintah Allah. Yang dasarnya merujuk pada rukun islam. Rukun islam sediri terdiri dari lima rukun islam. Yang kita ketahui yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahaddat, kemudian salat, zakat, puasa dan naik haji jika mampu. Dan juahilah segala larangan Allah, maka jika ia melanggar perintah Allah ia telah masuk kedalam perangakap Syaitan Seperti firman Allah :
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah 208).
Ihsan secara ringkas adalah ketulusan dari kehendak dari intelegensi, ia adalah keterikatan total kita kepada kebenaran dan kepatuhan sepenuhnya kepada hukum, yang berarti bahwa kita disatu pihak mengenal kebenaran sepenuhnya bukan hanya sebagian, dan dipihak lain mematuhi hukum dengan selureuh keberadaan kita yang terdalam dan tidak hanya dengan setengah-setengah dan pura-pura.
Ketiga kata beriman, berislam, berihsan itu saling berkaitan satu sama lainnya, berislam itu apa yang harus dikerjakan dalam islam, sedang beriman memberikan mereka sebuah pemahaman mengapa hal itu penting untuk dikerjakan. Dan berihsan menghadirkan motivasi serta kualitas spsikologis seseorang menjadi selaras (harmonis) dengan perbuatan dan pemahamannya.
Dari ketiga pembahasan di atas beriman, berislam dan berihsan itu merupakan sebuah proses kita menjadi hamba Allah yang taat beribadah, beramal soleh dan berakhlak mulia. Menurut beberapa artikel ketika kita sudah beriman dan berislam maka kita tahu kebebasan kita dan keterbatasan kita serta kewajiban kita. Kita menjadi mempunyai tuntunan yaitu Al-quran dan hadist. Kemudian kita berihsan bagaimana kita menjalankan perintah Allah itu akan menentukan Akhlak kita mulia sebagai umat islam. Jika kita memang mengikuti Al-Quran dan hadist yang pada dasarnya memang keduanya adalah tuntunan kita hidup di dunia.
Jadi ketika kita sudah menjalani ketiga tingkatan diatas secara natural juga kita berta’un karena Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman supaya saling tolong-menolong dan bekerjasama, dengan syarat mestilah atas dasar kebenaran dan ketakwaan, dan melarang mereka untuk tolong-menolong dan bekerja sama dalam perkara yang haram. seperti firman Allah : “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Al-Maidah:  2)
Dan kita sebagai umat islam hendaklah tidak hanya menjalankan perintah Allah saja kita juga harus ikut bertausiyah atau saling menasihati sesama umat islam. Apa yang kita sudah dapat dari pengalaman religius kita, kita sebarkan lagi ke khalayak banyak, agar makin banyak terbuka hatinya untuk menjadi pribadii yang sholeh. Dan menjadi hamba Allah, teman Allah bahkan menjadi kekasih Allah.

Berikut ini merupakan kutipan – kutipan terbaik dari beberapa brosur yang saya baca tentang pengalaman religius.
1.      Masih banyak rahasia Allah yang belum kita ketahui karena memang belum diperhatikan oleh kita secara mendalam, kebanyakan orang belum tahu kalau Allah itu ralitas yang sebenarnta, Al-Haqq, kenyataan yang sebenarnya. Dan banyak yang tidak tahu bahwa Allah itu asal – usul dari munculnya asal – usul itu sendiri.
2.      Problem dasar dan krisis spiritual, saya masukan ini dalam kutipan terbaik karena memang banyak hal-hal dasar kita menjadikan pengetauan spiritual kita krisis. Karena memang manusia ini mempunyai keterbatasan, kekurangan, kelemahan dan nafsu. Nafsu inilah yang menjadikan kita krisis spiritual karena kita diperbudak nafsu dan kita akan mudah pikiran kita dihasut syaitan. Solusinya yaitu dengan kita mendekatkan diri kita dengan Allah. Bertemu dengan Allah. Hal ini dilakukan secara terus menerus agar kita tidak terhasut oleh syetan lagi.
3.      Puncak pertemuan dengan Allah itu menjadi Hamba Allah, kekasih Allah dan Khalifah-Nya.
ini merupakan tingkatan kita sebagai manusia agar kita bisa merasakan pertemuan kita kepada Allah, yaitu dengan cara kita menjadi Hamba Allah, Kekasih Allah dan Khalifahnya.
4.      Fakta yang terlupakan dan tak terpikirkan. Memang kita manusia yang mempunyai akal namun kita kadang bisa lupa akan fakta yang tak terpikirkan oleh kita hal ini menyebabkan krisis spiritual dan melupakan Allah dan kita akan bergerak menurut kehendak kita tanpa berfikir hal itu karena kekuatan Allah.
5.      Menjadi hamba Allah itu pilihan yang harus diperjuangkan. Ya, kita menjadi hamba Allah adalah sebuah pilihan kita sendiri maka sudah sepantasnyalah kita harus memperjuangkan ajaran – ajaran Allah yang sudah kita serap dan Anut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar